Senin, 07 Juni 2010

MEI DI JEPANG


Bagaimanakah bulan mei dijepang?

Bulan mei di jepang adalah musim segar kehijau-hijauan, yang berkilau-kilau saat baru lahir. Tanggal 5 Mei adalah perayaan untuk anak laki-laki. Koinobori, atau semacam bendera layang-layang ikan yang dikibarkan di langit, adalah pemandangan yang biasa pada musim ini. Menurut tradisi, koinobori dikibarkan tinggi-tinggi di langit untuk mengharapkan sukses dalam kehidupan. Musim ini juga merupakan musim menanam benih padi yang muda di sawah. Di jepang juga orang-orang menanam padi seperti di indonesia. Sawah-sawah yang penuh dengan air sedikit demi sedikit berubah menjadi permadani hijau. Cerita berikutnya adalah yang berhubungan dengan perayaan seorang anak laki-laki yang bernama kintaro.


Pada jaman dahulu, ditengah gunung ashigara hiduplah seorang anak laki-laki yang penuh semangat. Anak laki-laki ini bernama kintaro, ia kuat sejak lahir. begitu kuatnya sampai-sampai ia bisa menarik tali yang diikat di lesung dan menggerakkan lesung berat itu sambil merangkak. Ketika kintaro mulai bisa berjalan, ibunya menjahitkan rompi berwarna merah untuk kintaro.

Rompi itu besar dan masih terlalu longgar bagi kintaro. Tapi itu disengaja karena ibunya ingin agar kintaro tumbuh dengan cepat supaya rompi itu sesuai untuk kintaro. Kintaro menjadi teman dan sahabat yang menyenangkan. Temannya adalah binatang-binantang gunung misalnya kelinci, monyet dan lain-lain. semuanya menjadi sangat suka pada kintaro.

Setiap hari kintaro pergi ke gunung untuk berkumpul dan bermain dengan binatang-binantang itu.

"Mari kita main kejar-kejaran smapai kegunung sana".

"Hup! Hup! Hup!"

Hari ini mereka bermain kejar-kejaran, keesokkan harinya bermain gulat.

"Hakkeyoi! Ayo! Ayo!"

Walaupn bergulat melawan binatang, tidak ada lawan yang setanding bagi kintaro.

"Ayo! Ayo! Kintaro menang lagi!".

Kintaro tumbuh besar dengan cepat, tanpa disadari rompinya menjadi cocok ditubuhnya. Pada suatu hari, ibunya yang mengerti bahwa kintaro sudah sangat kuat memberinya sebuah kapak besar. Musang yang nakal datang ke tempat kintaro yang membawa kapak besar. "Kintaro, bolehkah aku membawanya.... E-e-e.... adu-du-duuh!". Musang membawa kapak besar, tetapi ia langsung terhuyung-huyung dan jungkir balik. Sementara kintaro bisa berjalan sambil memikul kapak besar di atas bahunya dengan mudah.


Tibalah musim gugur. Kintaro dan binatang-binatang itu berangkat mencari buah kastanye ke gunung-gunung seberang. "Wah, jembatannya tidak ada!". Apakah jembatan itu jatuh karena badai? sekarang tak ada lagi jembatan yang menghubungkan dua tebing. "Baik, kalau begitu mari kita jatuhkan pohon ini dan kita jadikan jembatan". Kintaro mencoba menjatuhkan pohon besar yang tumbuh didekatnya. "Satu-dua-ti...!"
"Ayo kintaro! ayo terus!".
"Ga!!"
Akhirnya ia berhasil menjatuhkan pohon itu dan membuat jembatan. Lalu mereka semua maju menyebrangi jembatan itu sedikit demi sedikit. "Hei, tunggu sebentar. Jangan menginjak ulat ya."
Kintaro hendak menolong ulat yang merambat di permukaan pohon. Hati kintaro baik dan tubuhnya juga kuat. Kintaro memang baik hati terhadap siapapun, walaupun itu hanya seekor ulat.
Kintaro dan teman-temannya asyik mencari kastanye. Tanpa mereka sadari, mereka telah sampai di gunung yang menurut kabar ditinggali oleh beruang yang kasar dan buas. Di batang pohon kastanye yang besar ada bekas kuku beruang. Binatang-binatang sahabat kintaro pun mulai menggigil gemetar. "Uwoooooo!!!" Terdengar suara beruang.
"Hiyaaaaa!!! Ada beruang! Bagaimana ini?"
"Mari kita lari, kintaro!"
Binatang-binatang itu berlari tercerai-berai. beruang itu telah sampai didepan mata. Tetapi kintaro tenang-tenang saja, "Siapakah yang merusak gunungku? Takkan kulepaskan!"
"Hei, beruang! Akulah lawanmu. Ayo kemari!"
Beruang dan kintaro saling mengunci.
"Grragh, grragh, grraaaaaagh!"
"Hmmph. hmmmph!
Akhirnya kintaro berhasil mengangkat beruang dengan kedua tangannya. Lalu melemparnya keudara, lantas menangkapnya kuat-kuat dengan kedua belah tangannya. "Horeeee! Kintaro menang!"
Kintaro pun menjadi teman beruang yang paling kasar dan buas didalam gunung itu, lalu bersama binatang-binantang sahabatnya ia pulang kerumah tempat ibunya menunggu. Setelah dewasa, kintaro pergi ke kota dan menjadi prajurit yang sangat kuat. Ia dikenal dengan nama sakata kintoki. Kisah ini adalah kisah saat sakata kintoki masih kecil.

Gunung ashigara dan sakata kintoki

Gunung ashigara adalah gunung yang terkenal dengan dongeng sakata kintoki atau kintaro di jepang. Gunung ashigara terletak di bagian barat daya propinsi kanagawa. Adalah pertengahan era heian, yaitu abad 10-11, saat sakata kintoki dikisahkan pergi ke kota besar dan menjadi pengawal Yorimitsu minamoto. Kintaro memang anak yang sangat kuat yang lantas menjadi prajurit yang sangat kuat pula. Menurut legenda, kintaro memiliki kekuatan ini karena ibunya adalah seorang Yamamba, yakni wanita dipedalaman gunung yang memiliki kekuatan gaib. By. Shito naoko

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

Minggu, 23 Mei 2010

APRIL DI JEPANG


Bagaimanakah bulan april dijepang? sakura yang terkenal di jepang mekar bulan pada april. untuk mengikuti mekarnya bunga sakura diberbagai belahan jepang, surat kabar terus memuat artikel tentang sakura, misalnya hana-dayori atau sakura zensen. pada waktu ini, orang-orang jepang biasanya menikmati keindahan bunga sakura, karena sakura cepat gugur, banyak orang yang datang sekaligus berduyun-duyun ke tempat yang terkenal akan keindahan sakura. dibawah pohon sakura, mereka makan-makan dan minum-minum. pada jaman dahulu,menikmati keindahan sakura adalah ritual suci, tetapi sekarang berubah menjadi acara yang ramai.

Ketika bunga sakura mekar di daerah tengah jepang, di daerah utara salju baru meleleh, sebaliknya, di daerah selatan, musim panas hampir bermula. cerita berikutnya adalah cerita hanasekajiisan, yaitu tentang kakek pemekar bunga yang sangat sesuai dengan musim ini. pada jaman dahulu, bunga sakura disebut raja bunga, dan jika terdengar kata 'bunga' orang-orang langsung membayangkan bunga sakura.

KAKEK PEMEKAR BUNGA

Pada jaman dahulu, disuatu desa di gunung, hiduplah sepasang kakek dan nenek yang baik hati. Pada suatu hari, ketika kakek sedang mencangkul ladang kecil didepan rumahnya, terdengar suara teriakan kakek tetangganya yang tamak. "Hei! Jangan masuk ke ladang orang lain!".
"Guk, guk, guk!".
Kakek menggendong anjing kecil yang datang ke arahnya dengan berlari-lari itu. kakek tetangga datang mengejarnya dan berkata, "Anjing itu merusak ladangku. serahkan anjing itu padaku!". anjing kecil itu menggigil ketakutan dalam pelukan kakek. "Tolong, tolong lepaskan dia". Kakek memohon sambil menundukkan kepalanya kepada kakek tetangga. "Kalau nanti masuk lagi, aku pasti akan memukulnya!". kakek tetangga pulang dengan hati marah. kakek dan nenek yang baik hati memutuskan untuk memelihara anjing kecil itu karena ia sangat manis. Anjing kecil itu dinamai Shiro, dalam bahasa jepang artinya 'putih'. Shiro berlari-larian dengan semangat dari pagi sampai malam.

Ia makan nasi, lalu terus membesar dengan cepat. kalau makan sepiring nasi, shiro menjadi besar seukuran piring, kalau makan nasi dengan mangkok, ia menjadi besar seukuran mangkok, dan kalau makan nasi dalam periuk nasi, ia menjadi besar seukuran periuk. Pada suatu hari, shiro mendatangi kakek, menggigit bajunya dan menarik tempat. shiro menaikkan kakek dipunggungnya dan pergi mendaki gunung di belakang rumah. sesudah tiba di puncak gunung, shiro menurunkan kakek dari punggungnya. "Gali disini, guk-guk! gali disini, guk-guk!". kata shiro sambil menggonggong. Walaupun kakek merasa aneh, ia mencoba menggali sesuai dengan permintaan shiro. ketika menggali, ada sesuatu yang terkena cangkulnya. "Oh, apa ini...? I-ini u-uang keping emas!".

Malamnya kakek dan nenek merasa betul-betul bahagia karena baru pertama kalinya mereka memiliki uang keping emas. pada saat itu kakek dan nenek tetangga yang tamak datang, keduanya telah melihat uang keping emas yang menggunung dan mengintip dari celah-celah pintu geser. ia mendengar cerita dari kakek tentang bagaimana kakek menggali uang keping emas digunung belakang, lantas segera pulang dengan menarik paksa shiro yang enggan.

Keesokkan hari, kakek yang tamak pergi mendaki gunung belakang dengan menaiki punggung shiro yang kemarin disiksanya sedemikian rupa. Shiro terhuyung-huyung dan akhirnya jatuh. kakek mengira uang keping emas terpendam di tempat shiro jatuh dan mulai menggali. DUG!! Terdengar suara sesuatu yang terbentur cangkul. "Wah, ada!Ha-ha-ha!!!". Tepat ketika ia mengulurkan tanganya dengan senang hati karena mengira benda itu adalah uang keping emas, kakek yang tamak itu terkaget-kaget. munculah ular dan hantu berduyun-duyun. "Kenapa kau menyusahkanku?". kakek tetangga yang marah itu akhirnya membunuh shiro. kakek dan nenek yang marah itu akhirnya membunuh shiro.

Kakek dan nenek yang baik hati merasa sedih sekali dan membuatkan makam untuk shiro dan menanam pohon kecil didekatnya. ajaib, pohon itu tumbuh dengan cepat dan membesar. Besarnya kira-kira sebesar rengkuhan kedua tangan kakek. Pada suatu hari, kakek dan nenek datang ke makam untuk menaruh bunga-bunga. mereka menengadah ke arah pohon besar itu. lantas pohon itu tampaknya berkata sesuatu. "Tolong buat aku menjadi lesung, tolong buat aku menjadi lesung".

Kakek dan nenek memutuskan untuk membuat lesung sesuai dengan permintaan pohon itu. "Oh, aku punya ide. mari kita tumbuk mochi untuk sesajen di makam shiro".
Kakek dan nenek mulai menumbuk mochi dengan lesung yang baru selesai dibuat.
"Hup!".
"Yak!"
"Hup!"
"Yak!".

Mereka menumbuk mochi berulang kali. Kakek dan nenek bergotong-royong menumbuk mochi. jadilah kue mochi yang tampaknya empuk dan lezat. Dan... kue mochi itu berkilau-kilau!.
"Wah, kek, apa ini?"
"Hmm, ini kue mochi yang aneh..."

Kakek dan nenek mengambil kue mochi yang berkilau-kilau itu, merobek-robek dan membentuknya menjadi bulat-blat. Lantas, kue mochi itu mulai mengeluarkan kilau emas yang cemerlang!. "I-ini, uang keping emas!".
Pada saat itu kakek tetangga muncul lagi dan berkata, "Hei, apakah kamu mau meminjamkan lesung itu padaku?".
"Tapi ini kenang-kenangan dari shiro".
Tanpa memperdulikan kata kakek, si kakek dan nenek tetangga pergi membawa lesung itu. Kakek dan nenek tetangga mulai menumbuk. Mereka tidak bisa menunggu sampai selesai menumbuk, jadi sering mengintip ke dalam lesung. "Wah, kek, warna mochi tidak berubah sedikitpun. jangan-jangan kalau dibulatkan mungkin berubah". Kakek dan nenek tetangga merobek-robek mochi dan membentuknya menjadi bulat-bulat. Lantas mochi yang putih itu berubah menjadi arang hitam dan meloncat-loncat sehingga muka kakek dan nenek menjadi hitam legam. Kakek dan nenek yang marah membelah-belah lesung menjadi bagian-bagian kecil dan membakarnya di perapian.

Kakek yang baik hati merasa sangat sedih ketika mengetahui hal itu. lalu ia mendatangi perapian rumah tetangga dan meraup abunya. "Shiro...."
kakek berpikir, paling tidak ia akan pulang membawa abu ini untuk mengenang shiro. lalu ia memasukkannya ke dalam keranjang. "Mari kita taburkan abu ini di ladang dan kita tanam lobak yang digemari shiro dulu". kakek menuruti kata nenek dan pergi ke ladang untuk menaburkan abu. abu itu ditiup angin dan tersebar. pohon mati mulai bersinar dan bunga sakura bermekaran!. "Nek, lihat! bunga sakura!"

Kakek yang gembira segera menabur-naburkan abu. alangkah ajaibnya! pohon mati segera berbunga dimana-mana. "Bunga sakura mekar, padahal sekarang bukan musim semi!". orang-orang terkejut. cerita ini bertiup dari gunung ke desa, dari desa ke desa, dari desa ke kota, dan sampai juga ke benteng....

Sang raja penguasa benteng yang mendengar cerita itu datang ke tempat kakek dengan disertai para pengiringnya.
"Jangan segan-segan, lakukan saja dan perlihatkan kepada kami!".
si kakek menaburkan abu di atas pohon mati. "Mekarlah bunga pada pohon mati!".

Abu yang dijatuhkan menari-nari, dan dalam sekejap pohon mati itu berubah menjadi pohon yang penuh bunga sakura. Sang raja merasa gembira sekali. "Wahai kakek nomor satu di jepang yang bisa memekarkan bunga, aku akan memberimu hadiah".
"Tentang hadiah itu, tunggu sebentar!". Majulah si kakek tetangga yang tamak. "Akulah kakek nomor satu di jepang yang bisa memekarkan bunga, dengan abu ini,akan kuperlihatkan bunga yang mekar tiba-tiba dalam satu tarikan napas".

Kakek yang tamak mengumpulkan abu yang tersisa di perapian. Lalu ia memanjat pohon dan tiba-tiba menaburkan abu. Tapi abu itu malah jatuh di atas kepala sang raja. "Ha-hatttttsy!!!". sang raja bersin-bersin. kakek yang kerjanya hanya meniru orang lain itu akhirnya dijebloskan ke dalam penjara. by. shito naoko

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

Sabtu, 22 Mei 2010

MARET DI JEPANG


Bagaimanakah bulan maret di jepang? salju telah meleleh dan sinar musim semi yang hangat mulai bertaburan di permukaan tanah yang beku. Pucuk-pucuk tumbuhan mulai muncul, ulat-ulat yang bangun dari tidurnya selama musim dingin merangkak keluar, dan burung-burung mulai berkicau di langit. Tanggal 3 maret di jepang adalah hari perayaan momo atau buah persik. keluarga yang memiliki anak peremuan merayakan hinamatsuri untuk mengharapkan kebahagiaan serta pertumbuhan anak perempuan itu. Orang-orang menghiasi panggung kecil berbentuk tangga yang berwarna merah dengan boneka, kue beras berwarna-warni yang berbentuk belah ketupat, sake manis dan bunga persik yang berwarna merah muda. lalu mereka menghabiskan waktu bersama. Cerita berikutnya adalah cerita tentang Momotaro, yang berkisah tentang anak laki-laki yang lahir dari buah persik. Dijepang, sejak dahulu ada kepercayaan bahwa pohon persik mempunyai kekuatan gaib. Buah persik mekar pada bulan maret, tetapi berbuah pada bulan juli atau agustus.


MOMOTARO

Pada jaman dahulu, hiduplah seorang kakek dan nenek. setiap hari kakek pergi ke kaki gunung untuk mencari kayu bakar, dan nenek pergi ke sungai untuk mencuci. Pada suatu hari, ketika nenek sedang mencuci disungai, sebutir buah persik yang besar sekali hanyut menggelinding dari hulu sungai dengan mengeluarkan bunyi kecipak. Nenek mengangkat buah persik itu dari sungai, "HUP!". Lalu nenek pulang ke rumah sambil menggenggam buah itu dengan hati-hati. Kakek yang baru pulang dari gunung juga kaget melihat buah itu. Kakek berkata sambil mengusap buah persik itu, "Oh, persik ini besar sekali!".
"Bagaimana kalau kita potong?".
"Baik, ayo kita potong."
Mereka meletakkan persik itu di atas talenan. Ketika nenek menempatkan pisau dapur diatasnya, persik itu bergerak-gerak bunyinya gemerisik. "Wah, persik ini hidup!". pada saat itu pula, buah persik itu terbelah di tengah-tengah. Seorang anak laki-laki yang penuh semangat melompat keluar dari dalamnya.

Kakek dan nenek bersama-sama kaget. yang lebih menganggetkan lagi adalah semangat anak laki-laki itu. ia segera makan nasi dengan lahap. hebatnya, dia makan nasi terus sampai menghabiskan semua nasi didalam mangkok. ia makan berkali-kali dengan mangkok besar. Kakek dan nenek merasa sangat gembira. mereka menamai anak itu momotaro karena ia lahir dari buah persik. dalam bahasa jepang buah persik adalah 'momo'. Semakin banyak momotaro makan, semakin ia tumbuh dengan cepat, tidak ada orang dewasa yang menyamai kekuatannya. ia mengangkat benda berat dengan mudahnya. momotaro tumbuh menjadi anak yang kuat. Namun ada hal kecil yang mengkhawatirkan. "Momotaro, .... ciluuuk-ba!". meskipun nenek berusaha menyenangkannya, momotaro tetap diam. Meskipun kakek tersenyum manis kepadanya, momotaro tetap diam tak bergeming. "Wah, susah sekali....". kakek dan nenek mengkhawatirkan momotaro yang sama sekali tak bicara walaupun waktu telah berlalu sekian lama.
"Aku akan melakukannya!". tiba-tiba momotaro bersuara keras.
Oh, ia berbicara!
"Kakek, nenek, saya akan pergi untuk membasmi raksasa." kakek dan nenek merasa begitu kaget sehinggal diam tercengang. "Tolong siapkan perbekalannya". Kata momotaro. Tiba-tiba nenek tersadar oleh suara momotaro yang keras ini. Nenek berkata, "Alangkah menakutkan, pergi membasmi raksasa....".

Pada masa itu, para raksasa yang menakutkan sering muncul di desa dan melakukan berbagai kejahatan seperti merampok barang-barang, menculik orang-orang dan sebagainya. Mereka menyusahkan orang-orang didesa. Momotaro tidak dapat menahan diri setelah mengetahui hal itu.

Kakek dan nenek menyiapkan kibidango, yaitu sejenis onde-onde serta pakaian bagus untuk momotaro yang mereka sayangi. Akhirnya tibalah hari keberangkatan momotaro. Momotaro mengenakan pakaian bagus yang dibuatkan kakek dan meletakkan bungkusan onde-onde yang dibuatkan nenek dipinggangnya. Kakek dan nenek merasa cemas. Namun, Momotaro justru berangkat dari rumah dengan penuh semangat. "Baik-baik selalu ya!".
"Kembalilah dengan selamat!".
Kakek dan nenek yang mengantarkan momotaro akhirnya mulai menangis. Sementara itu, momotaro terus menuju pulau raksasa tanpa menyadari kekhawatiran kakek dan nenek. di tengah jalan, seekor anjing muncul dan menyapa momotaro. "Tuan momotaro, bolehkan saya minta sebutir onde-onde di pinggangmu? Kalau tuan memberi, saya akan menjadi pengikut tuan". Anjing itu menerima onde-onde dan menjadi pengikut momotaro. Setelah beberapa saat, munculah seekor monyet. "Tuan momotaro, bolehkan saya minta sebutir onde-onde di pinggangmu? Kalau tuan memberi, saya akan menjadi pengikut tuan!". monyet itu juga menerima onde-onde dan menjadi pengikut momotaro.

Kemudian, datanglah burung pegar, ia mengatakan hal yang sama. "Tuan momotaro, bolehkan saya minta sebutir onde-onde di pinggangmu? kalau tuan memberi, saya akan menjadi pengikut tuan". burung pegar itu juga menerima onde-onde dan menjadi pengikut momotaro.

Momotaro pun melanjutkan perjalanan ditemani anjing, monyet, dan burung pegar.

Melewati bunga dan badai,
Membasmi raksasa, itulah tekadnya.
Dengan kecepatan penuh, menuju pulau raksasa.
Si momotaro yang tak kenal takut.
Mimpi besar telah diniatkan,
Harus diwujudkan walau apapun
Itulah jalan seorang laki-laki

Setelah melewati padang dan gunung, tibalah momotaro dan rombongannya dipantai. momotaro dan kawan-kawannya naik perahu, dan mereka mulai mendayung dengan bahu-membahu.

Tu, wa, ga! Tu, wa, ga!
Samudra yang luas, dunia yang menghampar
Membawa mimpi yang besar.
Tu, wa, ga!

Demikianlah selama beberapa hari, mereka terus mengarungi lautan. Akhirnya tibalah mereka dipulau raksasa. pulau yang mereka tuju adalah pulau gunung batu yang menonjol ditengah lautan. Burung pegar terbang untuk melakukan pengintaian. "Jangan sampai ditemukan oleh para raksasa ya!". perahu merapat ke pulau dengan hati-hati. akhirnya, momotaro dan kawan-kawan pun mendarat dipulau!. tak lama kemudian burung pegar kembali. "Apa? para raksasa sedang berpesta pora dengan minuman keras? Baik, kalau begitu sekaranglah saatnya!". Momotaro berangkat menuju pintu gerbang raksasa. tetapi pintu gerbang itu tertutup erat, tidak bisa dibuka sama sekali. "Serahkan saja padaku, ini mudah saja". kata monyet. Monyet melompati pintu gerbang, dan membuka kuncinya.

Dari dalam. momotaro membuka pintu gerbang itu. ternyata para raksasa sedang berpesta pora dengan minuman keras. mereka tercengang atas kemunculan mendadak momotaro dan kawan-kawannya. "Aku adalah momotaro yang paling kuat di jepang! Aku datang untuk menaklukkan para raksasa!". raksasa-raksasa itu kaget dan matanya berputar-putar. di atas kepala para raksasa yang terheran-heran, anjing menggonggong, monyet menguik dan burung pegar berkoak. Hewan-hewan itu menggigit, mencakar dan mematuk. momotaro yang kuat sekali terus-menerus memukul. Betapa kuatnya!. "Oh, para raksasa terkaget-kaget. terdengar hiruk-pikuk. dan, munculah si pemimpin raksasa mengamuk.
"Hei anak laki-laki yang congkak! akulah lawanmu!". pemimpin raksasa mengayu-ayunkan tongkat besi besar kearah momotaro. BUKK! ternyata tongkat besi yang mengenai kepala momotaro patah, "KRAK!". pemimpin raksasa pun kalah. lalu, kepala raksasa pun ditubruk oleh kepala momotaro yang keras yang mampun mematahkan tongkat besi tadi! Jelaslah siapa yang menang dan siaa yang kalah!.

Pemimpin raksasa jatuh terjerembab, matanya berputar-putar.
"Bagaimana? apakah kamu tidak akan berbuat jahat lagi?".
"Aku tidak akan berbuat jahat atau merusak desamu lagi. Maaf".

Momotaro menaruh barang-barang yang diambil dari raksasa ke dalam perahu dan bersiap-siap pulang. "Aku akan mengantarmu". kata raksasa, lalu meniu perahu momotaro hingga perahu itu bergerak. momotaro tiba dirumah kakek dan nenek dengan selamat. Bagi momotaro, hal yang paling membuatnya senang adalah tercapainya mimpi membasmi raksasa. by. shito naoko

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

FEBRUARI DI JEPANG


Bagaimanakah februari di jepang. Bulan februari di jepang adalah bulan dimana banyak salju turun. Di daerah utara, semuanya memutih akibat salju, misalnya jalan, atap rumah, dan puncak gunung. Salju sangat indah, dan berkat salju tersebut kami bisa bermain ski atau bermain lempar-lemparan gumpalan salju. Sebaliknya, yang menyusahkan adalah jika terjadi salju longsor, lumpuhnya lalu lintas atau banyaknya orang yang masuk angin.

Tetapi setelah melewati pertengahan bulan februari, hari-hari dingin dan hari-hari hangat datang bergantian. Hal ini menunjukkan musim semi telah mendekat. Ditempat yang hangat, bunga-bunga mulai mekar, misalnya di Tokyo, bunga plum menjadi indah. Saat bunga plum menjadi indah, burung bul-bul mulai berterbangan disekitar pohon plum. Bul-bul adalah burung yang berwarna hijau muda dan bersuara merdu. Cerita berikut adalah cerita burung bul-bul sebagai salah satu tokohnya.

ORANG KAYA KARENA BURUNG BUL-BUL

Alkisah, pada jaman dahulu kala, terlihat sesosok laki-laki yang berjalan terhuyung-huyung dibawah langit musim dingin. laki-laki itu bekerja dengan menjual teh, selain itu ia juga menjual berbagai barang kecil lainnya. Hari ini entah mengapa barang dagangannya sama sekali tidak terjual. Laki-laki itu berjalan digunung yang sepi tahu-tahu ia sudah berada didalam belukar bambu. Agaknya ia tersesat. Ia melewati belukar bambu yang gelap, lantas secara ajaib keluar ketempat yang terang. Ditaman itu tercium bau harum bunga plum. Laki-laki itu mendekatkan mukanya ke bunga plum. "Oh, harum sekali". Tiba-tiba terdengar suara wanita. Munculah empat gadis yang cantik dari balik pohon plum. Laki-laki itu dituntun oleh gadis-gadis itu menuju kerumahnya. Lalu muncul lah seorang wanita lain. "Saya adalah ibu dari gadis-gadis ini. Silahkan bersantai dan menginap malam ini". Kata wanita itu, lalu membeli semua barang dagangan laki-laki itu.

Keesokkan harinya, ibu berkata lagi menegaskan, "Rumah ini adalah rumah yang isinya hanya wanita saja, jadi silahkan bersantai. selain itu, saya punya empat anak gadis, silahkan menjadi suami salah satu diantara mereka". Kelihatannya kisah ini seperti mimpi. laki-laki itu lantas menjadi suami dari anak gadis yang tertua. Ibu berkata kepada si laki-laki. "Hari ini cuacanya baik, jadi saya akan pergi untuk menikmati keindahan bunga bersama para gadis. Maaf, tapi tolong jaga rumah ya. Kalau merasa bosan, lihat saja gudang. tapi tolong jaga rumah ya. Kalau merasa bosan, lihat saja gudang. Tapi gudang nomor empat sama sekali tidak boleh dibuka".

Sesudah para wanita itu berangkat, laki-laki itu hanya termenung-menung saja karena tidak ada apapun yang dilakukan. "Oya, aku mau melihat gudang ah!". Mula-mula laki-laki itu mencoba membuka pintu gudang pertama. Lantas..... byur...byur... Ombak menerjang kaki laki-laki dari samping. Langit biru nan menyilaukan dan gumpalan-gumpalan awan raksasa berwarna putih. Terbentang pemandangan musim panas. "Wah, laut! Senangnya". Laki-laki itu pindah kegudang kedua. Disitu terlihat pemandangan gunung musim gugur yang indah. Ada pepohonan yang daunnya berwarna merah dan kuning, dan ada sebuah pohon kesemek yang besar. "Wah, daun-daun yang memerah dan buah kesemek sangat indah!".

Laki-laki itu pergi kegudang ketiga. saat ia membuka pintu, pemandangan salju meliputi seluruh permukaan tanah. "Oh, dinginnya". laki-laki itu menggigil seolah benar-benar merasa dingin, lalu keluar dari gudang ketiga. Akhirnya, laki-laki itu tiba digudang keempat, saat mulai membuka pintu, tiba-tiba ia teringat pesan ibu sebelum berangkat. "Gudang nomor empat sama sekali tidak boleh dibuka". Jika dipesan supaya tidak membukanyta, ia justru semakin ingin melihat. "Adakah sesuatu yang luar biasa didalamnya?". laki-laki itu akhirnya tidak tahan dan membuka pintu gudang keempat. Terlihat pemandangan musim semi yang tenang. bunga-bunga berkembang disekitar gemericik aliran sungai kecil. Disekitar pohon plum, burung-burung bulbul berterbangan. "Huu-huu-kekoo... huu-huu-kekoo!". Burung-burung bulbul berkicau merdu. "Wah, burung bulbul. merdu sekali.". burung-burung bulbul itu berhenti berkicau begitu melihat sosok si laki-laki dan segera terbang meninggalkan tempat itu. Laki-laki itu terkejut. pemandangan sekitarnya segera menghilang tanpa bersuara, dari taman yang indah berubah ke tanah yang penuh dengan rerumputan liar. laki-laki berdiri sendirian di dalamnya.

Terdengar suara ibu. "Kamu telah melanggar janji dengan membuka gudang keempat bukan? kami adalah burung bulbul yang tinggal disini. karena hari ini cuacanya baik, semuanya kembali sosok asal dan bermain-main. Sejak terlihat sosok kami yang sebenarnya itu, kita menjadi tak bisa hidup bersama lagi". Laki-laki itu turun dari gunung. Angin utara masih berhembus tajam. by. shito naoko

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

Jumat, 21 Mei 2010

JANUARI DI JEPANG


Tahun baru dijepang diawali dengan kata 'akemashite omedetou' yang artinya 'selamat tahun baru'. Di tengah-tengah putihnya salju, orang-orang pergi untuk melihat matahari tahun baru atau mengunjungi kuil untuk memohon kesehatan pada tahun ini. Hawanya sangat dingin, tetapi saat sinar matahari menyusup kedalam udara yang dingin pada pagi hari yang cerah, keindahannya tak ada kiranya di dunia ini.

Dirumah, orang-orang melewati waktu dengan riang sambil makan osechi, yakni masakan khusus untuk tahun baru atau kue beras atau mochi. Yang menyenangkan juga adalah kartu tahun baru.Di jepang, orang-orang saling mengirimkan kartu pos itu di antara teman atau kenalan. Gambar 12 shio binatang tergambar pada kartu tahun baru itu. Apakah shio binatang tahun ini? Monyet? Ayam? Atau Anjing?. Cerita yang pertama adalah cerita tentang asal mula 12 Shio binatang itu.


ASAL MULA 12 SHIO BINATANG

Alkisah, pada jaman dahulu kala, hiduplah dewa di puncak gunung yang berada di tengah pegunungan. Hari itu adalah 30 desember, sehari sebelum tahun baru. Sang dewa yang telah selesai menulis surat kepada binatang-binantang seluruh negeri. Dewa yang telah selesai menulis surat-surat itu lalu meniupnya dari jendela. Surat-surat itu diterbangkan oleh angin, ke gunung, sungai, lembah, dan hutan, ke segenap penjuru. Keesokkan harinya, tanggal 31 pagi, para binatang menerima surat itu. isinya seperti ini :

"Pada pagi hari di tahun baru, saya akan memilih binantang yang paling cepat datang kemari, dari nomor satu sampai nomor dua belas. Lalu setiap tahun saya akan mengangkat satu-persatu sebagai jenderal berdasarkan urutan. Tertanda, Dewa."

Para binatang menjadi bersemangat.

"Wah, kalau begitu, aku harus menjadi jenderal!". Tetapi, ada seekor binatang yang tidak membaca surat ini, yaitu seekor kucing yang suka bersantai. kucing mendengar tentang surat sang dewa ini dari tikus. Tikus yang licik berkata bahwa mereka harus berkumpul ke tempat dewa pada tanggal 2 pagi, padahal seharusnya tanggal 1 pagi.

"Oh Tikus, terima kasih atas kebaikan hatimu." Semua binatang bersemangat sambil memikirkan tentang kemenangan.

"Baik, besok pagi-pagi ya. Aku akan tidur cepat malam ini". Semua binatang tidur cepat. Tetapi, hanya sapi yang berpikir, "Jalanku lambat, jadi aku akan berangkat malam ini". Maka berangkatlah sapi sebelum matahari terbenam. Tikus yang melihatnya lantas meloncat menaiki punggung sapi. "Betapa menyenangkan!". Sapi yang tidak menyadarinya terus berjalan dengan lambat. "Mungkin aku jadi nomor satu. Mooo!"

Keesokkan harinya, para binatang berangkat sekaligus saat hari masih gelap. Anjing, monyet, harimau, ular, kelinci, ayam, domba, juga kuda, semuanya berlari menuju tempat tinggal sang dewa. Akhirnya matahari tahun baru mulai terbit. Yang muncul membelakangi matahari itu, pertama-tama adalah... sapi. Oh, bukan!Itu adalah tikus!. Tikus yang melompat turun dari punggung sapi, lantas melompat ke hadapan sang dewa dengan cepat. "Dewa, Selamat tahun baru!".

"Oh, Selamat! Selamat!". Sapi merasa sangat kecewa. Sapi merasa sangat kecewa. "Mengapa? Mooooo!". Sapi menangis. Lalu berturut-turut datanglah harimau, kelinci dan naga. Binatang-binantang lainnya tiba susul-menyusul. Akhirnya, tibalah waktu pengumuman urutan pemenang oleh sang dewa. "Saudara-saudara sekalian, selamat datang. Sekarang saya akan mengumumkan hasilnya. Nomor satu tikus. Dilanjutkan dengan sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing, dan babi hutan. Dengan demikian, telah ditetapkan nomor satu sampai nomor dua belas!". 12 ekor binatang yang terpilih ini disebut 12 Shio binatang. Kedua belas shio binatang itu mulai berpesta pora dengan minuman keras sambil mengelilingi sang dewa. "Mari minum!". Naga dan harimau juga bersuka ria. kelinci dan tikus juga berkata, "Mari minum!". Saat itu kucing datang berlari-lari dengan wajah yang marah dan menakutkan. "Tikus!!! kenapa kamu menipuku! MEONG!!! Aku akan menangkap dan memakanmu. Sini!!!". Tikus berlari terbirit-birit. Kucing lari mengejarnya dan berputar-putar.

Pesta itu amat ramai. Sejak saat itu, mulailah era 12 shio binatang. Mulai dari tahun tikus, lalu sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing, dan babi hutan. Kucing yang tidak termasuk dalam 12 Shio binatang karena ditipu tikus, sampai sekarang pun masih berputar-putar mengejar tikus. Ia masih marah akan tipuan tikus. by. Shito Naoko

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit