Jumat, 18 Juni 2010

Pachinko



Sebuah mesin pachinko khas. Bola dimasukkan ke mesin menggunakan gagang hijau dibawah kanan

A close-up area memainkan mesin digital. alat satu ini disebut "Go-pergi Akko-chan" dan dinamai akiko wada. kepribadian TV populer


Pintu masuk ke pachinko ruang perkotaan kecil di Prefektur Saitama. Panti di daerah pedesaan dapat berkali-kali lebih besar dan garier. Signboards outside announce the arrival of new machines or promo campaigns. Papan merek luar mengumumkan kedatangan mesin-mesin baru atau kampanye promo.

Seberapa besar bisnis pachinko di Jepang? Well, menggunakan sepertiga dari satu juta orang, tiga kali lebih besar dari industri baja, melainkan perintah 40 persen waktu luang industri Jepang, termasuk restoran dan bar, dan dengan hampir 20.000.000 penggemar reguler batuk sampai lebih 30000000000000 ¥ tahun (omset lebih tinggi dari industri mobil), itu besar bisnis yang sangat benar,. Jadi besar bahwa perusahaan-perusahaan asing masuk pada tindakan. Sementara banyak industri pachinko telah lama dikendalikan oleh penduduk Korea keturunan, di awal tahun 2001 perusahaan BS Inggris Group membeli saham di Tokyo Plaza, yang menjalankan sekitar 20 panti di Jepang, dan juga membuka salon di Inggris.

Jika Anda ingin bermain pachinko, Anda tidak perlu terlihat sangat sulit untuk menemukan sebuah ruang tamu. Biasanya ada setidaknya satu dekat setiap stasiun kereta dan di mana tidak ada stasiun (yaitu di daerah pedesaan) hanya melihat keluar untuk gariest, paling jelek bangunan Anda dapat menemukan -. Itu saja kotak perak besar di tengah tempat tertutup di lampu-lampu neon dan lampu berkedip. Begitu Anda melangkah ke pintu listrik dan mereka geser terbuka, suara - dan biasanya bau - hits Anda adalah. ini bukan tempat untuk mengobrol santai atau permintaan untuk tidak merokok-bagian. Dinding kebisingan mungkin tampak tidak menyenangkan untuk pendatang baru, tetapi tampaknya untuk membantu para penjudi yang serius, atau pachi-Puro, untuk berkonsentrasi atau mungkin hanya menonaktifkan ketika mereka duduk diam di depan mesin yang dipilih -. Kadang-kadang mereka semua ada hari itu umum untuk melihat orang-orang berbaris di luar ruang Hal pertama di pagi hari, menunggu untuk mendapatkan mesin mereka berpikir akan membayar dan hampir seperti biasa untuk melihat mereka keluar pada sore atau malam hari setelah memenangkan - atau kehilangan hari itu membayar atau lebih.

Hal pertama yang Anda lakukan adalah menggunakan uang tunai atau hari-hari ini semakin kartu prabayar untuk membeli sebuah nampan dari apa permainan ini adalah semua tentang - bola bola. Baja kecil, menyerupai bantalan bola, tepatnya (Anda sering dapat tempat Puro-pachi oleh bola atau ¥ 100 koin forgetfully kiri terjepit di telinga mereka).. Anda akan membayar sekitar ¥ 4 per bola dan sementara Anda dapat membeli hanya 100 ¥ layak, tidak serius penjudi akan mulai dengan pengeluaran kurang dari beberapa ribu yen variasi A pada pachinko yang telah menjadi sangat populer baru-baru ini adalah pachislo, yang merupakan kombinasi dari pachinko dan mesin slot dan menggunakan kupon seperti koin.

Pachinko dimainkan pada apa yang tampak seperti mesin pinball vertikal.. Baja bola yang dilepaskan ke dalam mesin dan jatuh melalui labirin kuku seperti pin Idenya adalah untuk mendapatkan bola jatuh ke dalam slot di mana mereka mengumpulkan dan untuk tujuan untuk jackpot , yang membayar lebih dari ribuan bola. Ada tiga tipe utama mesin dengan berbagai tingkat keterampilan yang diperlukan. Dalam gaya tertua mesin, posisi pin sangat mempengaruhi pembayaran sehingga mereka akan menyadap teliti lokasi yang berbeda oleh setiap spesialis malam hari setelah penutupan - maka pagi antrian untuk mesin yang terbaik). hari ini lebih populer deji-pachi digital (pachinko mesin memiliki layar LCD di pusat menunjukkan animasi warna-warni yang menunjukkan jackpot Anda, atau "demam". Yang sering Animasi bising fitur karakter kartun populer atau Hentai (erotis) anime pengaturan. Komputer hanya disesuaikan setiap beberapa hari sehingga pro berjaga-jaga terhadap pembayar besar. Hasil kemenangan bahwa Anda bertujuan untuk benar-benar sama dengan bola yang Anda berikan, mudah-mudahan dikalikan beberapa kali. Mereka biasanya memiliki nilai tunai sekitar ¥ 2,5 yen.


Meskipun rasio menang ditetapkan oleh pemerintah, panti diyakini seringkali memanipulasi mereka seperti dengan meningkatkan jackpot pada hari-hari sibuk untuk menarik orang kembali lagi resor. Di lain sisi pemain banyak akal, untuk menggunakan perangkat elektronik atau magnet cerdik untuk mencoba dan hotwire mesin digital dalam membuat pembayaran besar. panti tidak diperkenankan untuk benar-benar membayar tunai keluar. Jadi Anda mengambil nampan Anda bola dan pertukaran mereka untuk hadiah seperti bedak mencuci, rokok dan barang-barang merek atau token yang dapat diuangkan dalam di sebuah lubang dekat -di-dinding-. Mirip dengan menguangkan chip Anda di sebuah kasino kecuali kenyataan bahwa itu adalah manipulasi mencolok hukum. ini tempat kemudian menjual token kembali ke ruang tamu, dengan cut mereka di atas.

Meskipun rasio menang ditetapkan oleh pemerintah, panti diyakini seringkali memanipulasi mereka seperti dengan meningkatkan jackpot pada hari-hari sibuk untuk menarik orang kembali lagi resor. Di lain sisi pemain banyak akal, untuk menggunakan perangkat elektronik atau magnet cerdik untuk mencoba dan hotwire mesin digital dalam membuat pembayaran besar. panti tidak diperkenankan untuk benar-benar membayar tunai keluar. Jadi Anda mengambil nampan Anda bola dan pertukaran mereka untuk hadiah seperti bedak mencuci, rokok dan barang-barang merek atau token yang dapat diuangkan dalam di sebuah lubang dekat -di-dinding-. Mirip dengan menguangkan chip Anda di sebuah kasino kecuali kenyataan bahwa itu adalah manipulasi mencolok hukum. ini tempat kemudian menjual token kembali ke ruang tamu, dengan cut mereka di atas.


Penurunan ekonomi jangka tidak menghentikan orang dari bermain pachinko.. Ekonomi Memang banyak keputusasaan telah memaksa untuk berbelok ke perjudian sebagai terakhir resor Tapi perubahan sikap dan gaya hidup telah mengikis basis pelanggan dan memaksa perusahaan-perusahaan untuk mencoba jenis baru untuk menarik pelanggan. Memimpin mesin pembuat Sankyo telah digunakan bintang Hollywood Nicholas Cage muncul dalam serangkaian iklan TV dimana dia bermain pachinko aneh. panti dengan bar dan kafe, hanya bagian wanita, air mancur dan perabotan mewah hanya beberapa ide yang lain untuk membawa ini Jepang cara hidup dalam abad ke-21.

Source. Japan-zone | Indo Translate

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

Kamis, 17 Juni 2010

White Day


Di Jepang, tanggal 14 Maret dikenal sebagai Hari Putih, atau White Day.Hari putih adalah hari dimana para pria gantian memberikan hadiah ke kekasihnya masing-masing. Sedangkan satu bulan yang lalu, para perempuan telah memberikan hadiah mereka, yaitu di hari Valentin.Apa saja hadiah yang diberikan para pria kemaren? Ini dia hasil survey terhadap 1,071 anggota goo Research...

1. Apapun yang lebih murah dari hadiah yang diterima (buset deh!)


2. Sapu tangan / handuk


3. Satu kotak kue coklat untuk bisa dibagi-bagi ke temen lain


4. Aksesoris aneh


5. Action figure yang aneh


6. Kue yang terburu-buru dibeli (lupa kali)


7. Celana dalem ~ WOW!


8. Boneka lucu


9. Coklat dengan merk aneh


10. CD lagu


11. Parfum

12. Coklat berbentuk aneh

13. Bunga

14. Lipstik

15. Beliin minuman di pub

16. Kue buatan sendiri

17. Coklat mahal

18. Alkohol

19. Gak beli apa2 tapi ada jalan2

20. Gak beli apa2 dan gak ngapa2in


http://www.jepang.net/2009/03/happy-white-day.html


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

Fashion di Jepang


'Japanese fashion' (busana/mode bergaya Jepang) merupakan perpaduan gaya tradisional Jepang dan modern. Hampir sebagian besar busana tradisional Jepang kini berevolusi menjadi street fashion meskipun sesekali busana tradisional asli masih dapat kita jumpai di beberapa kota besar Jepang.Jepang mulai menandingi tata busana gaya barat semenjak abad 21 dan selanjutnya sekarang berubah menjadi apa yang disebut dengan 'street fashion'. Istilah tersebut digunakan untuk mendeskripsikan mode/gaya pakaian yang dikenakan seseorang melalui perpaduan trend mode terbaru dengan gaya tradisional. Contohnya seperti pakaian yang dibuat sendiri dengan tetap memakai bahan dasar dari toko kain.Sekarang ini terdapat banyak macam gaya berpakaian di Jepang, termasuk juga dari perpaduan merk lokal dengan merk asing. Beberapa jenis gaya berpakaian tersebut terkesan ekstrim dan dapat dipandang sebagai pelopor seni yang setara dengan model peragaan busana di Eropa. Rentetan fenomena naik-turunnya popularitas dari kebanyakan trend tersebut telah dicatat oleh Choicer Loki sejak tahun 1997 dalam majalah mode 'FRUiTS'. Majalah ini merupakan majalah terkemuka yang telah mengenalkan 'street fashion' di Jepang.

MODERN JAPANESE FASHION


'Street fashion' kini telah menjadi trend yang paling populer di Jepang. Hal itu tidak lepas dari peran anak-anak muda Jepang yang mengenakan berbagai pakaian aneh di daerah perkotaan seperti Harajuku, Ginza, Odaiba, Shinjuku, dan Shibuya. Beberapa contoh gaya yang populer di Jepang antara lain Lolita, Cosplay, Kogal, Ganguro, Bōsōzoku, dan Elegant Gothic Aristrocrat.


Lolita


'Lolita Fashion' merupakan bagian dari perpaduan kebudayaan Gothic & Lolita yang sebagian besar diinspirasi oleh pakaian anak-anak Victorian (gaya berpakaian di Inggris pada era Queen Victoria tahun 1837-1901 yang meniru pakaian boneka Victoria) dan kostum orang terpelajar pada jaman Rococo (Perancis abad ke-18; setelah jaman Baroque). Gaya barat seperti goth & punk, cosplay, serta pakaian yang dikenakan oleh pelayan wanita Perancis juga ikut menginspirasi 'Lolita' tersebut.Lolita dapat diklasifikasikan ke dalam Gothic Lolita, Sweet Lolita, Classic Lolita, dan Punk Lolita. Ada juga tipe Lolita lain seperti Wa-Lolita, Qi Lolita, Pirate Lolita, dan Erotic Lolita. Selain itu, mode yang berhubungan dengan Aristrocrat dan Ouji juga kadang-kadang dipertimbangkan untuk digunakan dalam kebudayaan dan mode Lolita.


Cosplay


Bagian kebudayaan Jepang lainnya adalah Cosplay, dalam bahasa Jepang disebut sebagai kosupure. Cosplay dalam bahasa Inggris berasal dari kata costume dan play, di mana gaya berpakaian yang digunakan berdasarkan pada tokoh/karakter dalam manga, anime, tokusatsu, game video, pertunjukkan action Jepang di televisi, film-film fantasi, ataupun band-band pop Jepang.


Ko-gal


Kogal biasanya dicirikan dengan wanita muda yang menghabiskan pendapatan mereka untuk mode, musik, dan berbagai macam aktivitas sosial yang menyolok mata. Penampilan Kogal dapat dideskripsikan sebagai berikut; menggunakan sepatu hak tinggi-tebal, rok pendek, makeup tebal, rambut berwarna (biasanya pirang atau coklat), kulit kecoklatan (akibat berjemur di bawah terik sinar matahari), dan berbagai macam aksesoris dari desainer. Apabila mereka sedang mengenakan seragam sekolah, ternyata juga dalam bentuk rok pendek dan disertai dengan kaus kaki longgar (baggy socks) yang tingginya sampai lutut.Kogal memiliki banyak aktivitas dan sifatnya yang sangat menonjol dapat dilihat dari gaya hidup yang diutamakan untuk memiliki barang-barang baru. Pusat kebudayaan Kogal berada di Shibuya; kawasan Tokyo. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi 'pembeli yang pertama' dalam hal teknologi hp di Jepang, serta keinginnya untuk membeli berbagai macam pakaian seperti selendang merk Burberry dan tas tangan merk Louis Vuitton, sehingga Kogal cenderung menghabiskan banyak waktu luangnya untuk berbelanja (dengan pendapatan orangtua-nya). Mereka secara umum tidak berbelanja di berbagai department store. Selama musim panas, Kogal kadang-kadang terlihat bersantai di pantai.


Ganguro


Popularitas Ganguro memuncak pada tahun 2000. Pusat fashion Gangguro berada di Shibuya dan Ikebukuro yang merupakan kawasan Tokyo.Penampilan Ganguro dapat dikatakan terdiri dari rambut yang dicat warna putih, pirang, coklat gelap atau warna coklat yang sangat pucat; biasanya dilengkapi dengan jepit rambut berbentuk bunga sepatu. Selain itu, untuk wajah Ganguro memakai makeup tebal yang berwarna cerah serta eyeliner hitam & putih. Mereka biasanya mengenakan rok mini, platform shoes (sepatu hak tinggi-tebal; panjang sampai ke lutut) dan gelang-gelang besar dalam jumlah banyak, serta berbagai macam cincin dan kalung. Cewek-cewek Ganguro biasanya ditemani oleh sekelompok kecil orang yang disebut dengan 'Ganguro Gal' untuk memamerkan hp mereka dengan tempelan berbagai stiker purikura. Dalam bahasa Jepang, purikura (singkatan dari purinto kurabu) merupakan foto diri yang dibuat secara instant dalam suatu photo-box, bukan hasil cetakan studio foto.


Bōsōzoku


Bōsōzoku pertama kali terlihat pada tahun 1950-an sebagai anak muda Jepang yang mulai mengenal produk-produk industri seperti mobil dan sepeda motor. Bōsōzoku pertama dikenal dengan sebutan kaminari-zoku (atau Ligthning Tribes). Di Jepang terdapat banyak klub Bōsōzoku, termasuk geng cewek-bersepeda; yang dapat diidentifikasi dari tatanan/gaya pakaian dan jenis sepeda motor.Bentuk penampilan klise dari Bōsōzoku seringkali dilukiskan dan bahkan dikarikaturkan dalam berbagai media Jepang seperti anime, manga, dan film. Anggota komunitas Bōsōzoku biasanya terlihat seragam dengan mengenakan jumpsuit seperti baju butut yang dipakai oleh buruh atau 'tokko-fuku'; sejenis mantel bercorak militer dengan logo Kanji yang biasanya dipakai terbuka tanpa baju di dalamnya sehingga memperlihatkan balutan kain perban di badan mereka; serta celana longgar (baggy) senada yang bagian ujung kakinya dimasukkan ke dalam sepatu bot tinggi. Logo-logo geng/klub seringkali dijahitkan pada jaket kulit dan bahkan setelan berbahan kulit seluruhnya juga terlihat sebagai bagian penampilan Bōsōzoku.Aksesoris lain yang juga menjadi pelengkap pakaian Bōsōzoku adalah kacamata hitam, ikat kepala 'hachimaki' panjang dengan slogan-slogan perang, dan gaya rambut 'pompadour' yang terlihat hampir seperti penampilan rocker (digambarkan demikian mungkin karena mereka telah bekerja sama dengan perkumpulan Yakuza). Rambut bergaya 'pompadour' dapat dideskripsikan sebagai rambut yang disisir ke arah belakang, dengan bagian depan rambut tetap diarahkan ke depan dan berbentuk ikal dengan sendirinya. 'Punch perm' juga dianggap sebagai gaya rambut Bōsōzoku, bahkan masker untuk proses bedah-pun juga dapat dikenakan oleh Bōsōzoku.


Elegant Gothic Aristrocrat (EGA)


Gaya dari Elegant Gothic Aristrocrat berdasarkan pada konsep 'androgyny', dan seringkali menjadi pakaian yang identik bagi baik kaum laki-laki maupun perempuan. Androgyny merupakan istilah diturunkan dari kata Yunani άνδρας (andras, berarti laki-laki) dan γυνή (gyne, berarti perempuan); dapat didefinisikan sebagai dua konsep yang memadukan/mencampurkan laki-laki & perempuan, atau identitas kelamin yang tidak jelas.Pakaiannya terbatas pada warna hitam, putih, dan warna-warna gelap lain. Kesan paling utama dapat dilihat dari kemewahan serta kesederhanaan di mana baju bermotif garis biasanya sederhana dan ketat, dengan celana atau rok panjang. Dengan demikian gaya EGA sangat kontras dengan gaya Lolita. Tetapi tetap saja make-up yang gelap dan tebal juga dipakai di dalam kedua gaya tersebut. Thx to Sumber maaf lupa tapi terima kasih atas postingan'a

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

Matsuri


Festival di Jepang merupakan acara tradisional yang berhubungan dengan perayaan tertentu. Beberapa festival mempunyai asal-usul dari festival yang juga awalnya ada di China tetapi telah mengalami perubahan dramatis dengan tradisi lokal.

Beberapa malahan benar-benar berbeda yang tidak memiliki kemiripan dengan festival "aslinya" walaupun memiliki nama dan waktu yang sama. Terdapat pula beberapa festival lokal (seperti Tobata Gion) yang bahkan tidak diketahui di luar prefektur lain.


Masyarakat Jepang pada umumnya tidak merayakan Tahun Baru China~karena telah tergantikan oleh Tahun Baru Barat pada akhir abad 19~, tetapi warga China yang bertempat tinggal di Jepang masih merayakannya. Di Yokohama, terdapat pecinan terbesar di Jepang, dimana turis dari segala penjuru di Jepang datang untuk menikmati perayaan tersebut. Hal ini juga mirip dengan festival lampion di pecinan Nagasaki.


Festival biasanya terdiri dari satu atau dua acara utama, dengan stan-stan makanan, pertunjukan, permainan untuk membuat pengunjung tetap betah dan terhibur.


Matsuri

Matsuri berarti festival atau hari raya. Di Jepang, festival biasanya disponsori oleh kuil ataupun diadakan bukan yang bersifat kepercayaan. Biasanya setiap daerah memiliki setidaknya satu matsuri di akhir musim panas atau awal musim gugur, kadang berhubungan dengan panen.


Kita dapat menemukan stan-stan di sekitar matsuri yang menjual souvenir atau makanan seperti takoyaki, atau yang menyediakan permainan seperti menangkap ikan koki. Selain itu ada juga kontes karaoke, pertandingan sumo, dan hiburan-hiburan lain yang tersedia. Berikut ini beberapa festival yang terkenal di Jepang :


Festival Nasional :


Seijin Shiki (Senin kedua di bulan Januari)


Coming of Age Day


Hinamatsuri (3 Maret)


Festival boneka ini mempunyai nama lain seperti Sangatsu Sekku (Festival Bulan 3), Momo Sekku (Festival Persik), Joshi no Sekku (Festival Gadis). Dikenal sebagai Festival Persik karena persik bersemi di awal musim semi dan disimbolkan sebagai keberanian dan kecantikan feminin. Anak perempuan memakai kimono terbaik mereka dan mengunjungi rumah temannya. Di rumah-rumah di tempatkan panggung berisi hina ningyo (boneka hina, sederet boneka yang mewakili kaisar, permaisuri, pelayan, dan musisi yang memakai pakaian kuno) dan sekeluarga merayakan dengan makanan spesial Hishimochi dan Shirozake.


Hanami


(akhir bulan Maret hingga awal April)Berbagai festival bunga diadakan oleh kuil Shinto selama bulan April. Darmawisata dan piknik dilakukan untuk menikmati bunga, terutama bunga Sakura. Di beberapa tempat, menikmati bunga diadakan berdasarkan hari-hari tertentu yang tetap. Even ini yang paling populer selama musim semi.selama bulan April.


Tanabata (7 Juli)


Disebut juga festival bintang. Aslinya berasal dari legenda China yang menceritakan dua bintang penenun (Vega) dan pengembala domba (Altair) dimana mereka berdua pasangan kekasih yang hanya dapat bertemu sekali dalam setahun pada malam ke-7 bulan ke-7 dimana tidak ada hujan dan banjir di Milky Way pada hari itu. Dinamakan Tanabata setelah gadis penenun dari legenda Jepang dipercayai dialah yang membuat baju untuk dewa-dewa. Warga Jepang biasanya menuliskan permohonan dan harapan asmara di selembar kertas berwarna dan menggantungkannya di ranting bambu bersamaan dengan ornamen-ornamen kecil.


Shichi-Go-San


festival untuk anak-anak berusia 3, 5, 7 tahun (15 November)Anak laki-laki berusia lima tahun atau tujuh tahun serta anak perempuan berusia tiga tahun dibawa ke kuil setempat untuk berdoa demi keselamatan dan hidup yang sehat. Festival ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa anak-anak pada usia tertentu bisa mendapat kesialan sehingga diperlukan perlindungan. Anak-anak biasanya mengenakan pakaian tradisional untuk acaranya dan setelah mengunjungi kuil banyak orang membeli chitose-ame (permen seribu tahun) yang dijual di kuil.


O-misoka (31 December)


Masyarakat Jepang membersihkan rumah (Osoji) untuk menyambut tahun baru dan untuk menghilangkan pengaruh tidak baik. Banyak warga yang mengunjungi kuil Buddha untuk mendengarkan bel berbunyi sebanyak 108 kali ketika malam hari (joya no kane). Hal ini dilakukan untuk mengumumkan bahwa tahun lama telah dilewati dan tahun yang baru telah datang. Alasan kenapa dibunyikan 108 kali adalah karena penganut Buddha percaya manusia digoda 108 macam hasrat dan nafsu duniawi (bonno). Dengan tiap kali bunyi, satu hasrat dihilangkan. Menjadi adat juga bahwa memakan toshikoshi koba (mie melewati tahun) diharapkan bahwa seluruh keluarga mendapat keberuntungan layaknya sepanjang mie yang panjang.


Oshogatsu (1-3 Januari, walaupun perayaan juga dilakukan selama bulan Januari)


Tahun Baru adalah even tahunan yang paling penting dan terperinci di Jepang. Sebelum Tahun Baru, rumah dibersihkan, hutang-hutang dibayarkan, dan osechi (makanan yang di baki untuk Tahun Baru) disiapkan ~atau dibeli. Osechi adalah makanan tradisional yang dipilih karena warna keberuntungan, bentuk, atau nama yang menarik dengan harapan untuk mendapatkan keberuntungan dalam berbagai segi kehidupan selama tahun yang baru. Rumah didekorasi dan hari libur dirayakan dengan berkumpulnya keluarga, mengunjungi kuil, dan menghubungi sanak famili dan sahabat. Hari pertama dari tahun (ganjitsu) biasanyadilewatkan bersama keluarga.


Setsubun


Memasuki tiap musim (musim semi,musim panas,musim gugur,musim dingin)


Ennichi


Pekan raya kuil (hari raya yang berkaitan dengan Kami dan/atau Buddha). Thx buat sumber yg telah m'posting [maaf g disebutkan cz lupa]

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

Hari Valentine


Sama dengan perayaan hari Natal, inti dari perayaan Valentine di Jepang adalah masalah berkumpul dan memberi hadiah. Di sini tidak ada yang menghubungkan perayaan Valentine dengan agama atau yang lainnya. Yang penting party and happy. Bedanya dengan Natal, kalau Natal lebih cenderung perayaan keluarga, kalau Valentine tentu saja lebih cenderung bagi mereka yang masih dimabuk asmara. Karena itu, hari Valentine tidak seheboh Natal.


Yang khas dari Valentine's Day di Jepang adalah coklat. Bedanya, di Jepang, coklat ini diberikan oleh cewek atau wanita ke cowok atau prianya. Bagi mereka yang sudah berkeluarga, coklat ini diberikan oleh sang istri kepada suaminya. Karena itu, bagi para pria di Jepang, dari ABG sampai pria dewasa yang masih single, hari Valentine termasuk hari yang paling ditunggu. Pertama, untuk mengetahui seberapa populer dia di mata temen-temen ceweknya. Cowok-cowok yang ganteng, kakkoi, nice looking, sering akan kebanjiran coklat. Selain mereka yang ganteng, mereka yang baik hati dan penuh kharisma mungkin juga akan menerima coklat. Di luar itu, hanya yang beruntunglah yang menerima coklat, hehe. Yang kedua adalah untuk mengetahui apakah cewek yang dia taksir mempunyai perasaan yang sama. Jika si cewek yang dia taksir memberi coklat kepadanya di hari Valentine, berarti kemungkinan besar si cowok tidak bertepuk sebelah tangan.


Tentang coklatnya sendiri, sudah tersedia 1-2 minggu di toko-toko sebelum hari Valentine. Dan tahukah rekan, hari Valentine merupakan salah satu hari yang saya tunggu. Lho kok? Menjelang hari Valentine, akan banyak etalase di mall yang khusus menjual coklat Valentine, jadi semacam pameran coklat, karena isinya coklat-coklat dari berbagai perusahaan dan hotel di Jepang. Yang asyik adalah, selalu ada etalase yang memberikan sampel gratis pada pengunjungnya! Jadi, menjelang hari Valentine begini saya dan istri rajin ke mall untuk incip-incip coklat, hehehe. Enak lho coklatnya! Tidak gatel di tenggorokan, lembut, dan nyammy… Tentu saja karena harganya memang tidak murah. Yang paling murah 300-an yen bungkusnya sekitar 3-5×8-10 cm, berisi 3-4 bola coklat kecil. Karena itu, kalau ingin makan gratis coklat senilai 300-an yen, datang saja ke etalase yang menjual coklat tersebut 3-4 kali. Jadi datang pertama ambil 1 sampel (1 bola coklat, jadi bukan secuil coklat. Mereka tidak pelit dalam ngasih sampel, kok), lalu jalan ke etalase lain, mengicipi coklat di etalase lain, trus balik lagi ke etalase pertama untuk mengambil kedua, lalu jalan ke etalase lain, mengicipi coklat di etalase lain, begitu seterusnya. Kalau misalnya takut malu atau takut diapalin mbaknya yang jaga, setelah satu putaran ditinggal dulu jalan-jalan ke tempat lain, melihat baju, misalnya. Lalu setelah beberapa menit atau jam, kita kembali lagi, untuk incip-incip lagi. Jadi kalau misalnya, ada 10 etalase, dan kita sudah berkeliling sebanyak 3-4 putaran, itu sama saja kita sudah makan coklat gratis senilai 3000-an yen, hohohohoho…. Lho, mbak yang jaga apa tidak marah? Inilah Jepang. Konsumen adalah raja. Tidak akan ada penjaga etalase yang berani marah, menunjukkan wajah masam, nyindir-nyindir, dll. Dan puncaknya adalah hari Valentine itu sendiri. Kalau kita beruntung, coklat yang kita incar akan didiskon, setengah harga! Alasannya, begitu tanggal 15, etalase-etalase penjual coklat tersebut akan dibongkar. Padahal banyak etalase yang coklatnya berasal dari luar kota. Namun jika tidak beruntung, coklat yang kita incar sudah habis. Valentine's Day di Jepang Afie's

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

Japan Matsuri


Negara Jepang kaya dengan berbagai kebudayaan leluhurnya yang beraneka ragam. Walaupun saat ini perkembangan teknologi di Jepang terus up date dalam hitungan perdetik , namun sisi tradisional masuh terus dilestarikan hingga sekarang ini. Berikut ini adalah salah satu dari berbagai macam kebudayaan Jepang yang masih terus berlangsung hingga saat ini :



Matsuri (祭, Matsuri)


adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan. Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan.


Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi. Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.


Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan. Sejarah Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.


Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta. Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.



Tiga matsuri terbesar

* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)


* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)


* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei)



Matsuri yang terkenal sejak dulu Daerah Tohoku


* Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus) * Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)


* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus) Daerah Kanto


* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)


* Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)


* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni) Daerah Chubu


* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)


* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali, terakhir diadakan bulan April-Mei, 2004).


* Takayama Matsuri (kota Takayama, Prefektur Gifu, bulan April dan bulan Oktober)


* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April) Daerah Kinki


* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei)


* Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)


* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara, 12 Maret)


* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)


* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)


* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)


* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai "Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka" (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli) Daerah Chugoku dan Shikoku


* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)


* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus) Daerah Kyushu


* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)


* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)


* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November) Pengertian lain Dalam bahasa Jepang, kata "matsuri" juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (祭, matsuri?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti Eiga-sai (festival film), Sangyō-sai (festival hasil panen), Ongaku-sai (festival musik) dan Daigaku-sai (festival yang diadakan oleh universitas). Shimin Matsuri adalah sebutan untuk matsuri yang diselenggarakan pemerintah daerah atau kelompok warga kota dengan maksud untuk menghidupkan perekonomian daerah dan umumnya tidak berhubungan dengan institusi keagamaan.



Festival dan Matsuri yang lain


* Festival Salju Sapporo (Sapporo, Prefektur Hokkaido, bulan Februari)


* Festival Salju Iwate (Koiwai Farm, Shizukuishi, Prefektur Iwate, bulan Februari)


* YOSAKOI Sōran Matsuri (Sapporo, Hokkaido, bulan Juni)


* Niigata Odori Matsuri (Niigata, Prefektur Niigata, pertengahan bulan September)


* Odawara Hōjō Godai Matsuri (kota Odawara, Prefektur Kanagawa)


* Yosakoi Matsuri (kota Kochi, Prefektur Kochi, 9-12 Agustus)


* Hakata dontaku (3-4 April, kota Fukuoka)


* Hamamatsu Matsuri (3-5 Mei, kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka)


* Wasshoi Hyakuman Natsu Matsuri (kota Kita Kyūshū, Prefektur Fukuoka, hari Sabtu minggu pertama bulan Agustus) Origami Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan. Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula semenjak kertas mula diperkenalkan pada abad pertama di Tiongkok pada tahun 105 oleh seorang Tiongkok dikasi yang bernama Ts'ai Lun. Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal daripada Republik Rakyat Tiongkok adalah tongkang Tiongkok dan kotak. Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta. Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi. Washi (和紙, Washi?) atau Wagami adalah sejenis kertas yang dibuat dengan metode tradisional di Jepang. Washi dianggap mempunyai tekstur yang indah, tipis tapi kuat dan tahan lama jika dibandingkan dengan jenis kertas lain. Produksi washi sering tidak dapat memenuhi permintaan konsumen sehingga berharga mahal. Di Jepang, washi digunakan dalam berbagai jenis benda kerajinan dan seni seperti Origami, Shodō dan Ukiyo-e. Washi juga digunakan sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan mebel, alas sashimi dalam kemasan, bahan perlengkapan tidur, bahan pakaian seperti kimono, serta bahan interior rumah dan pelapis pintu dorong. Di Jepang, washi juga merupakan bahan uang kertas sehingga uang kertas yen terkenal kuat dan tidak mudah lusuh. Thx 2 Sumber maaf tak disebut cz lupa

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

Yukata


ty.JPG


Yukata (浴衣, Yukata? baju sesudah mandi) adalah jenis kimono nonformal yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis yang dipakai untuk kesempatan santai di musim panas. Yukata dibuat dari bahan katun yang mudah dilewati angin, agar badan menjadi sejuk di sore hari atau sesudah mandi malam dengan air panas di Jepang.

Pada umumnya, Yukata biasanya dibuat dari kain katun walaupun banyak yang dibuat dari tekstil campuran, seperti katun yang dicampur dengan poliester.

Di Jepang, musim panas berarti musim pesta kembang api dan matsuri (festival musim panas). Jika terlihat orang memakai Yukata, berarti tidak jauh dari tempat itu ada matsuri atau pesta kembang api. Yukata juga disediakan di kamar hotel, penginapan ala Jepang (ryokan) dan pemandian air panas (onsen).

Jika digunakan untuk tidur, Yukata bisa dikenakan begitu saja oleh pria dan wanita tanpa mengenakan pakaian dalam. Sedangkan jika Yukata dikenakan untuk keluar rumah, laki-laki biasanya tidak memakai kaus dalam, melainkan hanya mengenakan celana dalam atau celana pendek.

Warna dan corak

Yukata untuk laki-laki biasanya terbuat dari bahan dengan warna dasar gelap (seperti hitam, biru tua, ungu tua) dengan corak garis-garis warna gelap. Sedangkan Yukata untuk wanita biasanya terbuat dari bahan dengan warna dasar cerah atau warna pastel dengan corak beraneka warna yang cerah. Corak kain yang populer untuk Yukata wanita, misalnya bunga Sakura, bunga Krisan, Poppy, bunga-bunga yang mekar di musim panas dan ikan mas koki. Karakter anime seperti Hamutaro, Pokemon dan Hello Kitty juga populer sebagai corak Yukata untuk anak-anak.

Pada umumnya, orang di luar Jepang menyebut semua baju tradisional Jepang sebagai kimono tanpa membeda-bedakan jenisnya.



ff.JPG



Berbeda dengan kimono yang disebut orang Jepang sebagai Gofuku atau Wafuku dan hanya dipakai pada kesempatan formal, Yukata dipakai untuk kesempatan santai, seperti berjalan-jalan melihat pesta kembang api, melihat matsuri atau menari di saat perayaan Obon.

Berbeda dengan kimono yang berharga mahal hingga luar biasa mahal, harga Yukata umumnya terjangkau oleh semua orang.


Berbeda dengan kimono jadi yang hampir-hampir tidak ada toko yang mau menjualnya, Yukata yang sudah jadi dengan beraneka ukuran banyak dijual toko dengan harga terjangkau.

Berbeda dengan kimono yang menurut ukuran lebar lengannya dapat diketahui status seorang wanita (sudah menikah atau masih gadis), Yukata dapat dipakai oleh siapa saja tanpa mengenal status.
Berbeda dengan kimono yang dikenakan dengan pakaian dalam sebanyak dua lapis (Hadajuban dan Juban), perempuan yang mengenakan Yukata hanya perlu pakaian dalam lapis pertama (Hadajuban).



Cara mengenakan Yukata untuk perempuan


Yukata yang dipakai perempuan harus sesuai ukuran badan pemakai agar Yukata terlihat bagus sewaktu dipakai. Sewaktu mengenakan Yukata sebaiknya mengenakan Susoyoke (rok dalam yang panjang berwarna putih polos atau bercorak dengan warna cerah)

Memakai pakaian dalam Hadajuban dan mengencangkan tali pengikatnya

Memakai Yukata. Panjang Yukata selalu melebihi panjang yang dibutuhkan si pemakai sehingga kain Yukata yang panjangnya berlebih harus diangkat sedikit ke bagian pinggang dan dikencangkan dengan menggunakan Koshihimo (sabuk pinggang dari kain)
Merapikan bagian-bagian Yukata yang sedikit longgar di badan ke arah perut dan mengencangkannya dengan Datejime (kain sabuk pengikat). Mengencangkan Yukata dengan melilitkan dan mengikatkan Obi (kain yang dililitkan di pinggang).


Lebar Obi yang digunakan untuk Yukata adalah setengah dari lebar Obi untuk kimono. Di antara berbagai jenis simpul untuk mengikat Obi, simpul berbentuk seperti kupu-kupu yang disebut simpul Bunko adalah yang paling populer. Simpul Obi yang sudah jadi dan tinggal disisipkan saja pada Obi juga tersedia di toko kimono.

Sejarah Yukata


Pada sekitar zaman Azuchi Momoyama, Yukatabira dikenal sebagai pakaian sesudah mandi. Di kalangan rakyat pada zaman Edo, Yukatabira menjadi sangat populer sehingga kemudian dikenal dengan sebutan Yukata. Pada zaman itu, Yukata cuma berfungsi sebagai pakaian tidur dan tidak pernah dipakai untuk bertemu dengan orang lain karena dianggap sangat tidak sopan.


Berbeda dengan kimono, Yukata sangat mudah dijahit karena pola yang sangat sederhana. Yukata dijahit tanpa kain pelapis di bawahnya dan tanpa kain pelapis di daerah pinggul dan pundak. Sampai sekitar sesudah Perang Dunia II di Jepang, cara menjahit Yukata diajarkan kepada para murid-murid perempuan di sekolah menengah umum.


Peran dalam kebudayaan Jepang


Aktor Kabuki mengenakan Yukata pada saat berdandan atau memainkan peran yang memakai Yukata. Pegulat Sumo juga memakai Yukata sebelum dan sesudah bertanding. Gerakan-gerakan dasar yang harus dikuasai dalam tari tradisional Jepang (Nihon buyō) selalu berkaitan dengan kimono. Penari tari tradisional Jepang mengenakan Yukata sebagai pengganti kimono agar kimono yang berharga mahal tidak menjadi basah karena keringat. http://id.wikipedia.org/wiki/Yukata

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

UPACARA MINUM TEH


Chashitsu (ruangan upacara minum teh)


Upacara minum teh (茶道, sadō, chadō?, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯, chatō?) atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.

Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.


Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.

Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.

Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.


Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.


Sejarah


Lu Yu (Riku U) adalah seorang ahli teh dari dinasti Tang di Tiongkok yang menulis buku berjudul Ch'a Ching (茶经) atau Chakyō (bahasa Inggris: Classic of Tea). Buku ini merupakan ensiklopedia mengenai sejarah teh, cara menanam teh, sejarah minum teh, dan cara membuat dan menikmati teh.

Produksi teh dan tradisi minum teh dimulai sejak zaman Heian setelah teh dibawa masuk ke Jepang oleh duta kaisar yang dikirim ke dinasti Tang. Literatur klasik Nihon Kōki menulis tentang Kaisar Saga yang sangat terkesan dengan teh yang disuguhkan pendeta bernama Eichu sewaktu mengunjungi Provinsi Ōmi di tahun 815. Catatan dalam Nihon Kōki merupakan sejarah tertulis pertama tentang tradisi minum teh di Jepang.

Pada masa itu, teh juga masih berupa teh hasil fermentasi setengah matang mirip Teh Oolong yang dikenal sekarang ini. Teh dibuat dengan cara merebus teh di dalam air panas dan hanya dinikmati di beberapa kuil agama Buddha. Teh belum dinikmati di kalangan terbatas sehingga kebiasaan minum teh tidak sempat menjadi populer.


Di zaman Kamakura, pendeta Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen di Jepang sambil memperkenalkan matcha yang dibawanya dari Tiongkok sebagai obat. Teh dan ajaran Zen menjadi populer sebagai unsur utama dalam penerangan spiritual. Penanaman teh lalu mulai dilakukan di mana-mana sejalan dengan makin meluasnya kebiasaan minum teh.

Permainan tebak-tebakan daerah tempat asal air yang diminum berkembang di zaman Muromachi. Permainan tebak-tebakan air minum disebut Tōsui dan menjadi populer sebagai judi yang disebut Tōcha. Pada Tōcha, permainan berkembang menjadi tebak-tebakan nama merek teh yang yang diminum.


Pada masa itu, perangkat minum teh dari dinasti Tang dinilai dengan harga tinggi. Kolektor perlu mengeluarkan banyak uang untuk bisa mengumpulkan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh menjadi populer di kalangan daimyo yang mengadakan upacara minum teh secara mewah menggunakan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh seperti ini dikenal sebagai Karamono suki dan ditentang oleh nenek moyang ahli minum teh Jepang yang bernama Murata Jukō. Menurut Jukō, minuman keras dan perjudian harus dilarang dari acara minum teh. Acara minum teh juga harus merupakan sarana pertukaran pengalaman spiritual antara pihak tuan rumah dan pihak yang dijamu. Acara minum teh yang diperkenalkan Jukō merupakan asal-usul upacara minum teh aliran Wabicha.


Wabicha dikembangkan oleh seorang pedagang sukses dari kota Sakai bernama Takeno Shōō dan disempurnakan oleh murid (deshi) yang bernama Sen no Rikyū di zaman Azuchi Momoyama. Wabicha ala Rikyū menjadi populer di kalangan samurai dan melahirkan murid-murid terkenal seperti Gamō Ujisato, Hosokawa Tadaoki, Makimura Hyōbu, Seta Kamon, Furuta Shigeteru, Shigeyama Kenmotsu, Takayama Ukon, Rikyū Shichitetsu. Selain itu, dari aliran Wabicha berkembang menjadi aliran-aliran baru yang dipimpin oleh daimyo yang piawai dalam upacara minum teh seperti Kobori Masakazu, Katagiri Sekijū dan Oda Uraku. Sampai saat ini masih ada sebutan Bukesadō untuk upacara minum teh gaya kalangan samurai dan Daimyōcha untuk upacara minum teh gaya daimyō.

Sampai di awal zaman Edo, ahli upacara minum teh sebagian besar terdiri dari kalangan terbatas seperti daimyo dan pedagang yang sangat kaya. Memasuki pertengahan zaman Edo, penduduk kota yang sudah sukses secara ekonomi dan membentuk kalangan menengah atas secara beramai-ramai menjadi peminat upacara minum teh.

Kalangan penduduk kota yang berminat mempelajari upacara minum teh disambut dengan tangan terbuka oleh aliran Sansenke (tiga aliran Senke: Omotesenke, Urasenke dan Mushanokōjisenke) dan pecahan aliran Senke.


Kepopuleran upacara minum teh menyebabkan jumlah murid menjadi semakin banyak sehingga perlu diatur dengan suatu sistem. Iemoto seido adalah peraturan yang lahir dari kebutuhan mengatur hirarki antara guru dan murid dalam seni tradisional Jepang.


Joshinsai (guru generasi ke-7 aliran Omotesenke) dan Yūgensai (guru generasi ke-8 aliran Urasenke) dan murid senior Joshinsai yang bernama Kawakami Fuhaku (Edosenke generasi pertama) kemudian memperkenalkan metode baru belajar upacara minum teh yang disebut Shichijishiki. Upacara minum teh dapat dipelajari oleh banyak murid secara bersama-sama dengan metode Shichijishiki.


Berbagai aliran upacara minum teh berusaha menarik minat semua orang untuk belajar upacara minum teh, sehingga upacara minum teh makin populer di seluruh Jepang. Upacara minum teh yang semakin populer di kalangan rakyat juga berdampak buruk terhadap upacara minum teh yang mulai dilakukan tidak secara serius seperti sedang bermain-main.

Sebagian guru upacara minum teh berusaha mencegah kemunduran dalam upacara minum teh dengan menekankan pentingnya nilai spiritual dalam upacara minum teh. Pada waktu itu, kuil Daitokuji yang merupakan kuil sekte Rinzai berperan penting dalam memperkenalkan nilai spiritual upacara minum teh sekaligus melahirkan prinsip Wakeiseijaku yang berasal dari upacara minum teh aliran Rikyū.


Di akhir Keshogunan Tokugawa, Ii Naosuke menyempurnakan prinsip Ichigo ichie (satu kehidupan satu kesempatan). Pada masa ini, upacara minum teh yang sekarang dikenal sebagai sadō berhasil disempurnakan dengan penambahan prosedur sistematis yang riil seperti otemae (teknik persiapan, penyeduhan, penyajian teh) dan masing-masing aliran menetapkan gaya serta dasar filosofi yang bersifat abstrak.

Memasuki akhir zaman Edo, upacara minum teh yang menggunakan matcha yang disempurnakan kalangan samurai menjadi tidak populer di kalangan masyarakat karena tata krama yang kaku. Masyarakat umumnya menginginkan upacara minum teh yang bisa dinikmati dengan lebih santai. Pada waktu itu, orang mulai menaruh perhatian pada teh sencha yang biasa dinikmati sehari-hari. Upacara minum teh yang menggunakan sencha juga mulai diinginkan orang banyak. Berdasarkan permintaan orang banyak, pendeta Baisaō yang dikenal juga sebagai Kō Yūgai menciptakan aliran upacara minum teh dengan sencha (Senchadō) yang menjadi mapan dan populer di kalangan sastrawan.


Pemerintah feodal yang ada di seluruh Jepang merupakan pengayom berbagai aliran upacara minum teh, sehingga kesulitan keuangan melanda berbagai aliran upacara minum teh setelah pemerintah feodal dibubarkan di awal era Meiji. Hilangnya bantuan finansial dari pemerintah feodal akhirnya digantikan oleh pengusaha sukses seperti Masuda Takashi lalu bertindak sebagai pengayom berbagai aliran upacara minum teh.Di tahun 1906, pelukis terkenal bernama Okakura Tenshin menerbitkan buku berjudul The Book of Tea di Amerika Serikat. Memasuki awal abad ke-20, istilah sadō atau chadō mulai banyak digunakan bersama-sama dengan istilah cha no yu atau Chanoyu. http://id.wikipedia.org/wiki/Upacara_minum_teh_(Jepang)

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

PERAYAAN TAHUN BARU [SHOGATSU]


Salah satu peristiwa pertama dan penting dalam tiap tahun di Jepang adalah Shogatsu atau perayaan tahun baru. Untuk menyambut datangnya tahun baru mereka bersiap-siap seperti membersihkan rumah, kantor, pabrik, menyiapkan masakan spesial tahun baru yang disebut Osechi Ryouri, dan membuat dekorasi yang di pasang didepan rumah, kantor, pabrik yang disebut Kadomatsu. Pada hari pertama tahun baru biasanya seluruh anggota keluarga berkumpul dan duduk bersama dengan memanjatkan harapan semoga mngalami kesuksesan pada tahun yang akan datang atau yang akan dilewati nanti. Biasanya dalam kondisi ini semua anggota keluarga saling berbincang sambil menyantap hidangan menu spesial tahun baru, dan melakukan Kanpai (toast) untuk menyambut semangat tahun baru.

Dalam satu hari pada awal tahun baru mereka mengunjungi temple atau tempat peribadatan, untuk berdoa dan memanjatkan harapan mudah mudahan diberi kesuksesan pada tahun yang akan datang. Pada acara ini kebanyakan para wanita memakai pakaian tradisional Jepang (Kimono) Yang berwarna-warni. Dalam perayaan tahun baru ini mereka biasanya saling mengirimi Kartu ucapan tahun baru kepada famili, teman atau relasi. kartu ucapan tahun baru ini disebut dengan Nengajo. Dalam menyambut tahun baru, biasanya libur dimulai pada tanggal 29 Desember sampai dengan tanggal 3 Januari. ini pun tergantung dari masing -masing kesibukan yang ada. Banyak kantor, perusahaan yang libur pada tanggal- tanggal itu karena mereka ingin melewati perayaan tahun baru.


Setiap orang pada saat bertemu dengan yang lainnya pada peringatan tahun baru ini saling mengucapkan salam Akemashite Omedeto Gozaimasu yang artinya adalah selamat Tahun Baru. Anak-anak pada tahun baru ini biasanya menerima Otosidama yaitu uang yang disimpan dalam amplop warna-warni dari orang tua, mereka juga bermain layang-layang, hanetsuki, karuta dan lain-lain. http://2.bp.blogspot.com

Nengajo yang biasa dikirim saat shogatsu atau perayaan tahun baru


D.JPG


DF.JPG



F.JPG


Q.JPG

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit

SENTO DAN ONSEN


Setelah seharian berada di luar rumah, ke sekolah, ke kantor atau melakukan suatu perjalanan, yang ingin dilakukan orang Jepang sesampainya di rumah adalah ofuro (berendam). Kalau dilihat dari katanya, ofuro sebenarnya berarti bak, tapi orang Jepang menggunakan kata ini untuk aktivitas mandi dengan cara berendam yang dapat dilakukan di dalam rumah, sento atau onsen.

SENTO


Sento atau rumah pemandian merupakan pemandian umum yang banyak terdapat di Jepang. Agar dapat mandi di sento ini, pengunjung harus membayarkan sejumlah uang. Ada sento yang tempat mandi pria dan wanitanya digabung dan ada sento yang tempat mandi pria dan wanitanya dibatasi dengan pembatas. Dewasa ini sento yang tempat mandi pria dan wanitanya digabung sudah jarang ditemukan.

Bagian-bagian Sento


Sento terdiri atas 4 bagian, yaitu :


1. Serambi Depan


Gerbang sento sepintas terlihat seperti gerbang kuil yang dipasangi noren (korden Jepang) di depannya. Warna noren sento biasanya biru dan bertuliskan kanji 湯 (yu) atau huruf hiragana ゆ (yu) yang artinya air panas. Di serambi depan ini ada dua buah pintu yang juga ditutupi korden, yang satu menuju ruang ganti pria dan dan yang satunya lagi menuju ruang ganti wanita.


2. Ruang Ganti


Ruang ganti berukuran 10×10 meter yang beralaskan tatami dan di dalamnya ada lemari pakaian, untuk pelangan tetap disediakan rak khusus. Ruang ganti biasanya dilengkapi toilet, meja, kursi, kulkas, mesin penjual otomatis dan timbangan. Di ruang ganti wanita biasanya ada tempat tidur bayi.


3. Tempat Mandi


Tempat mandi dan ruang ganti dibatasi dengan pintu geser . Lantai tempat mandi terbuat dari ubin dan di dekat pintu masuknya ada bangku kecil dan ember. Di dindingnya ada beberapa pasang kran yang terdiri dari kran air panas dan kran air dingin, kadang-kadang juga dilengkapi shower. Ofuro (bak mandi) ada di bagian ujung dengan 3 tingkatan temperatur air. Di dinding tempat mandi pria biasanya ditempelkan poster wanita telanjang, sedang di dinding tempat mandi wanita ditempelkan poster wanita cantik.


4. Kamaba


Kamaba atau ruang pemanas adalah tempat air dipanaskan yang terletak di belakang tempat mandi. Bahan bakarnya minyak atau listrik. Ada juga yang bahan bakarnya kayu bakar. Setelah perang dunia II, sento-sento di Jepang cendrung menggunakan bahan bakar listrik


5. Sauna


Akhir-akhir ini, banyak juga sento yang dilengkapi sauna dan bak mandi air dingin di sebelahnya untuk pendinginan setelah bersauna. Ada biaya tambahan untuk dapat menikmati fasilitas sauna ini.


Aturan-atuaran Mandi di Sento


Orang asing perlu mengetahui aturan-aturan mandi di sento agar tidak melakukan kesalahan yang menggangu pengunjung lain atau merugikan pemilik sento.


Peralatan Mandi


Peralatan mandi yang biasanya dibawa ke sento adalah handuk, sabun dan sampo. Kalau tidak punya dapat dipesan pada penjaga sento yang duduk di bandai. Ada juga orang yang membawa dua lembar handuk, yang besar untuk mengeringkan badan, sedangkan yang kecil (terbuat dari nilon) untuk membersihkan badan saat mandi. Pengunjung juga dibolehkan menbawa alat-alat perawatan tubuh seperti sikat gigi, pasta gigi, pisau cukur, sisir, minyak rambut, make up, bedak dan lain-lain.

Masuk dan Melepas Pakaian


Pada saat masuk ke sebuah sento, pengunjung mengganti sepatu atau sendal yang dipakainya dengan slop yang telah disediakan. Kemudian masuk ke salah satu pintu, pintu bertanda 男 (otoko) 'pria' yang berwarna kebiru-biruan atau女(onna) 'wanita' yang berwarna kemerah-merahan tergantung jenis kelamin. Kalau tidak tahu pintu mana yang harus dimasuki karena tidak ada tanda untuk pria atau perempuan, tunggu saja beberapa saat sampai ada pengunjung keluar atau masuk ke tempat itu atau tanya kepada penjaga sento. Biasanya di pintu masuk itulah pengunjung membayar biaya sento (antara 300-600 yen) dan memesan alat-alat mandi seperti sabun, handuk, sampo, pencukur jenggot kepada penjaga sento.

Setelah membayar, pengunjung memilih sebuah loker kosong untuk tempat menyimpan pakaiannya dan melepaskan pakaian yang dipakainya. Lalu, masuk ke tempat mandi. Di tempat mandi, pengunjung mengambil sebuah ember dan bangku kecil dan memilih sebuah kran. Sebelum mulai mandi, bangku kecil perlu disiram dulu dengan air agar higienis karena sebelumnya juga dipakai oleh orang lain. Pada saat mandi dengan air yang berasal dari kran, pengunjung bebas menggunakan sabun dan sampo yang dibawanya, namun diharapkan air yang digunakan untuk membersihkan diri tidak sampai menciprat orang lain, karena ada kemungkinan orang lain tersebut sudah bersih. Setelah merapikan peralatan mandi dan badan benar-benar bersih tanpa ada busa sabun atau sampo barulah pengunjung boleh masuk ke ofuro dan bebas berendam selama yang ia suka.


Pada saat akan masuk ke afuro, pengunjung harus mamastikan bahwa di badannya sudah tidak ada lagi busa sabun atau sampo. Sebab menjaga kebersihan air ofuro merupakan aturan dasar pada saat mandi di sento. Mengotori air ofuro akan sangat mengganggu pengunjung lain dan merugikan pemilik sento karena ia harus mengeringkan, membilas dan mengisinya lagi. Hal itu memerlukan waktu yang cukup lama sehingga pemilik sento akan kehilangan pengunjung dan tentu saja akan dirugikan secara finansial.


Berpakaian dan Pergi


Selesai berendam pengunjung kembali ke ruang ganti dan memakai pakaiannya dengan tenang. Di sana pengunjung juga dapat menikmati es krim atau menikmati ketenangan taman. Ketika akan meninggalkan sento, pengunjung harus memastikan barang bawaannya agar tidak ada barang yang tertinggal. Aspek


Nilai Sosial-Budaya Sento


Tempat pemandian umum adalah tempat yang unik untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Karena dalam kehidupan sehari-hari umumnya orang-orang menampilkan dirinya setelah ber-make up atau berpakaian. Make up dan pakaian memberi pernyataan siapa orang tersebut dan juga memberi orang tersebut status. Tetapi, di tempat pemandian umum semua orang telanjang sehingga tak ada lagi yang dapat djadikan sebagai alat untuk membedakan atau menentukan status sosial seseorang. Terkadang ada juga orang yang malu telanjang dihadapan orang lain meskipun dengan orang yang berjenis kelamin sama. Di sento inilah kita bisa melihat orang apa adanya tanpa ada yang ditutupi. Di sini pula kita dapat melihat bahwa tidak ada orang yang sempurna (ketidaksempurnaan orang) sehingga dapat lebih percaya diri meskipun ada kekurangan pada diri sendiri.


Di sento, anggota yakuza (mafia Jepang) mudah dikenali dari orang-orang Jepang biasa karena tato yang menutupi seluruh tubuhnya. Yakuza selalu diasosiasikan dengan kekerasan sehingga pengunjung biasa menjadi takut dan tidak nyaman. Akibatnya, banyak sento yang melarang yakuza datang ke tempatnya. Alasan lain melarang yakuza bertato adalah alasan kesehatan karena pembuatan tato dengan jarum mungkin menyebabkan orang tersebut mengidap penyakit menular. Selain yakuza, orang asing juga dilarang datang ke sento. Alasannya adalah banyak orang asing tidak mematuhi aturan mandi di sento, misalnya mereka masuk ke ofuro dengan tubuh yang masih kotor atau di badannya masih ada sisa busa sabun atau sampo. Tidak jarang orang asing membawa minuman keras dan mabuk-mabukan sehingga menimbulkan keributan.


Onsen


Onsen merupakan pemandian umum mata air panas yang biasanya berada di luar ruangan. Airnya berasal dari mata air panas gunung api yang mengandung mineral seperti sulfur, kalsium sodium dan lain-lain yang suhunya berkisar antara 25° celcius sampai 40° celcius yang efektif untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti reumatik, tekanan darah tinggi, diabetes, berbagai penyakit kulit dan lain-lain.


Aturan mandi/ berendam di onsen ini hampir sama dengan aturan-aturan yang berlaku di sento, yaitu pengunjung membersih dirinya terlebih dahulu sampai bersih kemudian baru berendam di dalam onsen ini. Perbedaannya terletak pada ketenangan. Pada umumnya orang datang ke onsen untuk relaksasi sehingga ketenangan sangat penting dan diharapkan pengunjung tidak berisik atau berbuat gaduh sehingga mengganggu orang lain. Thx 2 Sumber yang telah memuat artikel ini mav tak disebut c oz lupa ^_^


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit